Sejarah Kelam Ketidak Jujuran Hasil Parluh 2016 PSHT

Ketidak Jujuran Hasil Parluh 2016
Para anggota psht

Sejarah kelam tidak jujurnya hasil parluh psht pada tahun 2016 mencatatkan bahwa bukan hanya adanya ketidak jujuran namun juga ada banyak kritik dari mayoritas anggota PSHT yang menilai bahwa ketika masa kepemimpinan M Taufik kondisi PSHT sangat terlihat tidak harmonis sehingga banyakanggota yang menginginka agar digelarnya parapatan luhur kembali.

Terlebih lagi ketika pemilihan suara berlangsung di parluh 16 Moerdjoko telah unggul jauh tetapi justru M Taufik yang dipilih menjadi Ketua Umum. Pada saat pemilihan suara di parluh 2016, ada 3 calon diantaranya Arif Suryani dengan 38 suara, M Taufik 8 suara dan Moerdjoko memperoleh suara terbanyak yaitu 108 suara. Namun justru yang terpilih dan dikukuhkan menjadi Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adalah M.Taufik.

Padahal, jika menurut AD/ART yang ada, ketua umum seharusnya berdomisili di Madiun minimal tingkat II selama 15 Tahun dan harus sudah pernah menjadi ketua ranting atau cabang PSHT. Semua itu diterangkan oleh Kangmas Moerdjoko ketika selesai acara parluh 17.

Belajar dari sejarah kelam masa lalu, semua anggota PSHT saat ini sydah kembali harmonis dan mendukung visi misi Moerdjoko sebagai Ketua Umum. Dengan terpilihnya Moerdjoko diharapkan keadaan dalam internal PSHT lebih rukun, damai dan guyub kembali untuk mengembalikan marwah seduluran yang melekat pada PSHT ini.

Ketua Dewa Pusat PSHT Isbiantojuga menegaskan pada saat parluh 2016 lalu, bahwasannya pemilihan suara terbanyak memang dimenangkan oleh Moedjoko, oleh sebab itu hasil pada parluh 17 ini diharapkan dapat diterima oleh seluruh pihak karena ini adalah hasil dari pemilihan kita bersama. Hasil dari parluh 2017 menunjuk Moerdjoko terpilih sebagai ketua umum dan semua pihak harus menerima dan legowo dengan keputusan ini.
SALAM PERSAUDARAAN PSHT JAYA

1 komentar untuk "Sejarah Kelam Ketidak Jujuran Hasil Parluh 2016 PSHT"

  1. Pada tahun 2014, mas murjoko sudah di keluarkan oleh Mas Tarmadji Budi Harsono dari PSHT.

    BalasHapus