Plintiran Nama PSHT Menjadi PSHTPM ini penjelasan nya


www.jejakperkara.com Beberapa waktu lalu beredar kabar plintiran nama Persaudaraan Setia Hati Tarate ( PSHT ) menjadi Persaudaraan Setia Hati Tarate- Pusat Madiun  (PSHTPM/PPSHTM) di tengah kalangan pecinta seni beladiri aliran ini . Namun kabar plintiran nama tersebut segera mendapat tanggapan dari pihak biro hubungan masyarakat, mereka dengan segera mengeluarkan Press Releas ( siaran pers ) yang menyatakan jika kedua jenis organisasi masyarakat tersebut adalah sama, sebagaimana landasan hukum putusan kasasi nomor 29 K/TUN/2021 tanggal 2 Februari 2021 dan juga putusan PT-UN nomor 155/B/2020/PT.TUN.JKT tanggal 12 Juni 2020, tentang pengesahan badan hukum "Persaudaraan Setia Hati Terate ( PSHT ) " yang diketahui oleh saudara Dr. Ir. M. Taufik SH,MSc. dengan nomor AHU-0010185.AH.01.07  Tahun 2019 telah digugat pembatalannya oleh kang mas Drs. Murdjoko HW. dan kang mas Ir. Tono Suharyanto, dimana hasilnya adalah badan hukum tersebut telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia. 

Jadi sudah sangat jelas  mau diplintir kan bagaimanapun itu tetap saja intinya sama, masih sama - sama menggunakan aliran beladiri tersebut, dan menggunakan hak merk dari PSHT yang sudah diresmikan melalui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga baik itu pada tahun 2016 maupun 2017 dari pasal dua , yang berbunyi : "Organisasi ini bernama Persaudaraan Setia Hati Terate untuk selanjutnya disebut sebagai SH Terate ."artinya tidak ada organisasi yang berbeda dengan nama tersebut, serta hanya satu organisasi ke masyarakat yang berhak atas Hak Merk tersebut. 

Dengan Penggunaan merek nama PSHTM itu tak membuat kedua organisasi ini berbeda, karena dengan penambahan M pada ujung merk hanya mengidentifikasikan bahwa lokasi PSHT tersebut berada di kota Madiun, Jawa Timur. Bahkan untuk pimpinannya yang bernama M.Taufik sendiri itu sudah dinonaktifkan dari jabatan nya sebagai ketua umum dan digantikan oleh kang mas Drs. Murdjoko dan Ir. Tono Suharyanto, sejak beberapa tahun lalu. 

Bahkan di nonaktifkan nya M.Taufik sebagai ketua umum ini juga menjadi faktor beberapa gugatan yang dilakukan oleh pihak mereka ke Makamah Agung selalu mendapat penolakan keras. karena kembali lagi hal itu dilandaskan pada UU Ormas nomor 17 Tahun 2013 pasal 31 Ayat (1) dan Ayat (2) yang menyebutkan : 

Ayat 1 : 

"Pengurus yang berhenti atau yang diberhentikan dari kepengurusan tidak dapat membentuk kepengurusan dan /atau mendirikan Ormas yang sama ." 

Ayat 2 : 

" Dalam hal Pengurus yang dihentikan atau yang diberhentikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) membentuk kepengurusan dan /atau mendirikan Ormas yang sama, keberadaan kepengurusan dan/atau Ormas yang sama tersebut tidak diakui oleh Undang - Undang ini. "

Berdasarkan hukum - hukum tersebut, maka satu - satunya perkumpulan/ organisasi / institusi yang berhak menggunakan hak merk "Persaudaraan Setia Hati Terate " untuk jasa pelatihan olahraga, termasuk pencak silat, kegiatan kesenian, dan kegiatan kebudayaan adalah Persaudaraan Setia Hati Terate yang diketuai kang mas Drs. Murdjoko HW dan sekertaris kang mas Ir. Tono Suharyanto, serta kang mas Issoebijantoro sebagai Ketua Dewan Pusat. 

Oleh karena itu mari kita rawat bersama rumah besar kita, yang memang dikehendaki oleh mayoritas cabang, dengan saling asah, asih, dan asuh, serta bukan mengikuti sekelompok kecil orang yang suka bersiasat, merekayasa, dan membenturkan antara saudara lewat kamuflase rombongan manten, ziarah wali dan lain sebagainya. 

Semoga kedepannya, dengan kuatnya landasan hukum yang dimiliki oleh PSHT  tidak akan ada lagi pihak - pihak tertentu yang kembali melakukan klaime terhadap hak merk tersebut, atau berusaha menggoyahkan persatuan Organisasi masyarakat satu ini . Salam damai dari Persaudaraan Setia Hati Terate ( PSHT)

Terimakasih telah berkunjung tetap jaga persaudaraan setia hati Terate

Salam persaudaraan PSHT jaya (JP.com)

www.shterate.or.id 



Posting Komentar untuk " Plintiran Nama PSHT Menjadi PSHTPM ini penjelasan nya"